ketika matahari
menuai gelap di pagi yang dingin
sisa-sisa malam telah menceritakan perkara nasi padang
yang kau mintai maaf karena tak kau habiskan
tak begitu dengan kopi dalam cangkir kaleng di tanganku yang menyurut perlahan
sisa-sisa malam menceritakan tanda tanya tak berjawaban
di sela-sela obrolan yang entah apa namun membuat tawa
dan diam yang entah mengapa namun menggetarkan rasa
terbangun gumpalan persepsi pada sebuah perjumpaan yang tak mau sirna