Kota Teduh - Kota Teduh
Waktu itu ada. Terasa tanpa bantuan indera. Jika
saat ini kalian berbahagia, maka waktu itulah yang sedang kalian cerna.
Ketika waktu kau hitung ulang, lama dan panjang
kalian merenda. Beberapa bagian sempurna, beberapa yang lain alpa. Tapi tak
peduli bagaimana, kalian terus duduk dan mengisi satu sama lain. Saling memberi
jarum, saling menarik gulungan benang. Ada rupa, rasa dan kata. Lalu perlahan
menjelma.
Pertunangan adalah hasil kerja keras kalian
dalam mengisi dan mengerti. Ada luka bekas di jari karena tertusuk tajamnya
jarum. Ingatlah, ia tak bermaksud menyakiti. Tugas utamanya merajut, bukan
untuk melukai. Dan nilai sesuatu tak boleh berganti hanya karena ia tak sengaja
berperan pada hal yang bukan tujuan pembuatannya.
Kini kalian sudah berhasil merangkai kain. Helai
demi helai benang. Dan terima kasih waktu. Kelak, dan hanya tinggal menambah
hiasan, kain itu akan kalian tudungkan pada kedua kepala kalian dalam balutan
afeksi dan kognisi, membungkus kalian dengan simpul janji abadi. Menghangat
pada dingin dan meneduhkan dari gusar.
Nanti, di kota teduh yang sama, waktu itu akan
tiba.
Selamat berbahagia.
Saya beruntung berada di tempat dan waktu yang
tepat untuk bisa mengenal kalian.
Maaf datang terlambat.
Senin, 18 Agustus 2014
ditulis oleh wafi, dikirim via wasap malam-malam agak dini hari dan saya bacanya pagi. pas baca udah keburu dingin.. haha. thanks berat bro, sudah datang. lalu tentulah bahagia. terima kasih sekali pisan. semoga begitu kiranya. amiiin..