Label

Selasa, 13 Januari 2015

Madu di tangan kananmu, Jam Tangan di tangan kirimu.



Dulu, sekitar kelas 1 atau kelas 2 SD, ayahku memberiku sebuah jam tangan. Jam tangan dengan tampilan angka digital. Pada jam itu, ada bagian kepala-tangan-kakinya kalau dibuka lipatannya. Semacam transformer gitu kalau di film, bisa berubah menjadi robot-robotan. 

Aku langsung memakaikan jam tanganku itu di tangan kanan. Meski ayahku sempat menyarankan kalau memakai jam tangan itu di tangan kiri, tetapi aku tetap memakainya di tangan kanan. Aku ingin beda. Berbeda dengan teman-temanku dan orang lain pada waktu itu di daerahku yang lazimnya memakai jam tangan di pergelangan tangan kiri. Dengan begitu, aku merasa keren karena lain dengan yang lain. Hehehe. Karena waktu itu aku masih kecil, mungkin aku memakai jam tangan bukan untuk kebutuhan melihat waktu jam berapa, tetapi lebih ke hal suka-sukaan.

Masa sekolah dasar telah terlewati, hingga aku sampai di bangku SMP, aku masih memakai jam tangan di tangan kanan. Pada masa ini, aku tidak memerhatikan kekerenan memakai jam tangan harus di tangan kanan atau tangan kiri, tetapi karena aku sudah terbiasa di tangan kanan, jadi aku masih memakai jam tangan di tangan kanan. 

Pagi hari, di kamarku, sebelum berangkat ke sekolah, aku selalu mendengarkan ceramah KH. Zainuddin MZ yang diputar di radio Kharisma FM (kalau gak salah sih itu nama stasiun radionya, yang pemancar radionya itu di Ciater). Di tengah ceramahnya, Dai Sejuta Umat itu kira-kira berkisah begini: 

“Hei Tangan Kanan, kamu enak ya, kamu itu bagian megang apa-apa yang bagus-bagus, buat makan, ngasih barang ke orang, yang enak-enak semua sama kamu. Giliran cebok sehabis buang hajat, bagianku. Sungguh tidak adil!” Keluh Tangan Kiri.
“Tenang saja, nanti kalau majikan kita punya jam tangan, ia akan memakaikannya di kamu, wahai Tangan Kiri.” Jawab Tangan Kanan.

Semenjak aku mendengar kisah KH. Zainuddin MZ tentang jam tangan itu aku langsung memakai jam tangan di tangan kiri. Aku berangkat ke sekolah dengan sensasi baru di tangan kiriku. 

Maaf ya tangan kiri, mungkin semasa aku SD, kamu sedih. Kini aku pakaikan jam tangan di kamu. Ya meskipun jam tangan yang murah, tetapi kamu bisa ngasih tau aku kalau sekarang jam berapa. Hehehe..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar