Hari ini sudah dua bulan Ridwan –sepupu saya– keluar dari penjara. Dia dipenjara gara-gara mengeroyok musuh temennya. Si korban pengeroyokan itu tidak terima dengan pemukulan yang ia terima dan mengadukan perkara tersebut ke Pak Polisy. Tentu saja Pak Polisy dengan senang hati membantunya. Atas saran tokoh masyarakat yang kebetulan masih family juga, Ridwan dan tiga teman lainnya yang menjadi pelaku pengeroyokan menghilang menghindari Pak Polisy yang ingin menangkapnya.
Ridwan menjadi seorang buronan. Saat itu yang saya tau dia menetap di luar kota, meninggalkan kampung halaman dan family. Masa buronan berakhir setelah kira2 setahun lebih, hingga polisy menangkapnya. Saat itu polisy mengetahui jejaknya bahwa Ridwan berada di kampungnya, Ridwan pun ditangkap. Hap! Sebenarnya bisa saja Ridwan dibebas kasuskan, tapi tentu saja itu ada harganya. Alhasil, dikarenakan jumlah uang yang diserahkan ke Pak Polisy hanya setengah dari jumlah yang diminta, maka masa penahanan pun diberikan setengah dari masa penahanan tuntutan pengadilan.
Ospek
Ridwan berkisah tentang masa-masa ketika ia berada di penjara, sungguh menyeramkan, memprihatinkan, tapi ada juga lucunya. Seperti halnya di sebuah kampus yang mengadakan masa penerimaan Mahasiswa Baru, di penjara pun sama, ada sesi penerimaan Narapidana Baru. Diospek dulu oleh Narapidana Lama. Narapidana Baru diwawancara oleh Narapidana Lama (format wawancarannya tentu saja berbeda dengan wawancara ospek pelajar,yang ini lebih sangar). Saat ia pertama masuk penjara,Napi Lama menanyakan alasan kenapa ia sampai bisa masuk penjara, tak lupa dengan dibumbui pukulan-pukulan yang diterima sebagai ucapan selamat datang di rumah baru. Rumah berjeruji besi.
Setelah beberapa bulan menjadi tahanan maka Ridwan pun menjadi seorang Narapidana Lama. Ia mengospek napi baru sama ketika ia pertama masuk penjara itu. Berbagai alasan orang-orang dipenjara memang bermacam-macam. Yang lucu, ada yang masuk penjara hanya karena mencuri timbel. Ridwan yang bertanya dengan serius sambil muka marah merasa tidak percaya, merasa dibercandakan. Tapi akhirnya ternyata memang benar apa yang dijawab si napi baru itu. Napi baru itu bercerita, ketika itu ia sedang lapar di sawah, ia bertemu dengan orang yang punya timbel. Tapi karena timbelnya cuma ada satu, maka si orang yang punya timbel tidak memberinya. Hingga si yang mpunya timbel itu lengah, dicurilah timbel itu. Yang mpunya timbel merasa sakit hati dan melaporkannya ke polisi.
Ada lagi cerita lainnya, seorang polisy berseru di depan para napi lama “ada yang baru nih, ényé ényé..”. Enye itu maksudnya napi yang masuk penjara karena kasus perkosaan. Malang sekali nasib si Napi itu, dia diospek disuruh onani (di depan para napi lainnya). Walaupun menolak, pengospek tak akan merubah idenya. “Ari ka awewe bisa?!”. “Harus sampai keluar! “ kata salah seorang pengospek. Kira-kira ketika sedikit lagi mau keluar, sang burung napi tersebut diolesi balsem.
Sel Tikus
Nah ini dia yang sedikit menyeramkan. Kata Ridwan, jika kamu hidup dalam penjara, prinsipnya kamu harus cari teman. Jika cari musuh, maka akan celaka. Jika suatu hari petugas tahanan menemukan dua orang napi sedang berkelahi, maka dua orang napi itu dimasukkan ke dalam sel tikus untuk waktu tertentu. Jika seorang napi berkelahi dikeroyok, maka napi yang dikeroyok itu yang dimasukan ke sel tikus (meskipun ia pada posisi pihak yang benar dalam suatu perkara yang ia ributkan). Sialnya, sel tikus itu ukurannya cuman satu kali satu meter. Selama berada di sel tersebut, penghuni sel ini tidak bisa keluar meskipun untuk buang hajat. Semua yang ia lakukan semuanya harus di dalam sel itu. BAB, makan, tidur dll dilakukan di dalam sel 1x1m itu. Tanpa air untuk bersih-bersih. Makan pun saya kira ia tak selera. Tidur entah bagaimana. Miris sekali.. Sering terdengar rintihan napi yang berada di sel tikus itu. Tapi apalah daya, Ridwan dan teman-teman lainnya tak bisa membantu.
Tukang Tato
Dalam penjara, Ridwan berteman satu sel dengan napi yang berprofesi tukang tato. Dengan alat tato sederhana dan seadanya, Ridwan pun ikut menjadi pasien tukang tato itu. Kalau saja petugas tahanan menemukan kegiatan ini, petugas akan menghukum si tukang tato itu dan menyita alat-alatnya. Proses bertato tersebut dilakukan sembunyi-sembunyi.
Tak Lupa Mengaji
Selama di dalam sel, Ridwan tak lupa mengaji alqur’an. Ia bercerita kalau ia khatam alquran sampai empat kali. Katanya itu untuk jaga-jaga mental. Banyak kejadian, ketika seorang napi yang tak lama lagi akan dibebaskan (keluar dari penjara), napi itu malah stress, terganggu psikisnya.
Bebas
Kini, Ridwan bebas dari penjara dengan damai. Ia bukan seorang buronan atau tahanan lagi. Selamat datang kembali brad!
Kamis, 19 Agustus 2010
Rabu, 18 Agustus 2010
Minggu, 11 Juli 2010
Tahukah saya?
Kumpulan kejadian2 yang saya alami yang bagi saya istimewa.
Saya disunat ketika berumur 4 bulan dan saya tidak ingat seperti apa rasa sakitnya disunat.
Waktu saya kelas 1 SD, ibu guru sedang serius menulis di papan tulis, tiba2 saya kentut, memecah keheningan. Ibu guru kaget, berbalik dan langsung mencari sang pelaku.
Kelas 6 SD, sedang asyik kerja kelompok dengan teman2. Niat hati ingin bercanda mengeluarkan kentut, tapi apalah daya, usus saya yang sedang tidak sehat membuat isinya tidak padat, hingga isinya yang cair itu ikut keluar terbawa kentut saya.
Masih di tahun yang sama, saya sempat tidak BAB selama 1 minggu, setelah itu saya BAB dengan lancar seperti biasa normal kembali yaitu 2 - 3 hari sekali.
Saya dapat menebak dengan tepat 5 kali berturut-turut dari 1 angka yang keluar dalam judi tebak angka, antara angka 1 – 10. Sayangnya dalam 5 tebakan itu saya tidak memasang taruhan. Namun ketika teman saya bertaruh untuk tebakan saya yang ke-6, saya ragu, dan akhirnya teman saya kehilangan 500 rupiahnya.
Ini juga waktu saya SD, saya menyukai seorang perempuan dan ternyata perempuan itu pun menyukai saya, namun kami saling diam dan tidak saling tahu, hingga saya mengetahuinya setelah ia menikah dengan orang lain.
Menginjak SMA, saya menyukai seorang perempuan dan perempuan itu menolak saya, padahal saya belum menyatakan perasaan suka saya kepada perempuan itu. Sekarang, ia telah berkeluarga sejak setahun yang lalu.
Saya meraih predikat mahasiswa baru tergaring, ketika masa ospek penyambutan mahasiswa baru di fakultas saya kuliah. Saya juga kurang tahu mengapa saya bisa mendapatkan predikat itu, terpilih diantara ratusan mahasiswa lainnya.
Selama perjalanan naik turun gunung Ciremai pada tahun 2007, saya buang air besar (mencret) sebanyak 10 kali. Sebagian banyak diantaranya saya lakukan di pinggir jalan setapak pada saat longmarch.
Saya belum pernah atau ngga pernah dirawat semalam pun di rumah sakit karena sakit.
Saya pernah menelan beberapa batu kerikil sebesar tablet dan saya telankan lagi beberapa butir berikutnya ke mulut ayam saya.
Mungkin itu saja yang saya ingat, mungkin sedikit jorok dan beberapa diantaranya mungkin mengenaskan. Semua kejadian itu membuat saya tersenyum sendiri jika mengingatnya.
Saya disunat ketika berumur 4 bulan dan saya tidak ingat seperti apa rasa sakitnya disunat.
Waktu saya kelas 1 SD, ibu guru sedang serius menulis di papan tulis, tiba2 saya kentut, memecah keheningan. Ibu guru kaget, berbalik dan langsung mencari sang pelaku.
Kelas 6 SD, sedang asyik kerja kelompok dengan teman2. Niat hati ingin bercanda mengeluarkan kentut, tapi apalah daya, usus saya yang sedang tidak sehat membuat isinya tidak padat, hingga isinya yang cair itu ikut keluar terbawa kentut saya.
Masih di tahun yang sama, saya sempat tidak BAB selama 1 minggu, setelah itu saya BAB dengan lancar seperti biasa normal kembali yaitu 2 - 3 hari sekali.
Saya dapat menebak dengan tepat 5 kali berturut-turut dari 1 angka yang keluar dalam judi tebak angka, antara angka 1 – 10. Sayangnya dalam 5 tebakan itu saya tidak memasang taruhan. Namun ketika teman saya bertaruh untuk tebakan saya yang ke-6, saya ragu, dan akhirnya teman saya kehilangan 500 rupiahnya.
Ini juga waktu saya SD, saya menyukai seorang perempuan dan ternyata perempuan itu pun menyukai saya, namun kami saling diam dan tidak saling tahu, hingga saya mengetahuinya setelah ia menikah dengan orang lain.
Menginjak SMA, saya menyukai seorang perempuan dan perempuan itu menolak saya, padahal saya belum menyatakan perasaan suka saya kepada perempuan itu. Sekarang, ia telah berkeluarga sejak setahun yang lalu.
Saya meraih predikat mahasiswa baru tergaring, ketika masa ospek penyambutan mahasiswa baru di fakultas saya kuliah. Saya juga kurang tahu mengapa saya bisa mendapatkan predikat itu, terpilih diantara ratusan mahasiswa lainnya.
Selama perjalanan naik turun gunung Ciremai pada tahun 2007, saya buang air besar (mencret) sebanyak 10 kali. Sebagian banyak diantaranya saya lakukan di pinggir jalan setapak pada saat longmarch.
Saya belum pernah atau ngga pernah dirawat semalam pun di rumah sakit karena sakit.
Saya pernah menelan beberapa batu kerikil sebesar tablet dan saya telankan lagi beberapa butir berikutnya ke mulut ayam saya.
Mungkin itu saja yang saya ingat, mungkin sedikit jorok dan beberapa diantaranya mungkin mengenaskan. Semua kejadian itu membuat saya tersenyum sendiri jika mengingatnya.
Rabu, 26 Mei 2010
Frances dan Natalie
Pada tanggal 5 April 1994, Kurt Cobain ditemui sudah dalam keadaan meninggal di rumahnya dengan tembakan senapan yang menembus langit-langit mulutnya. Di sampingnya ditemukan heroin dan sejenis obat penenang lainnya. Dari bukti yang ada disimpulkan peristiwa tragis yang menimpa grunge star tersebut merupakan murni bunuh diri.
Sebelumnya, pada tanggal 18 Agustus 1992, ketika Kurt berusia 25 tahun, ia dikaruniai seorang bayi cantik dari pernikahannya dengan Courtney, namanya Frances Bean. Sayang sekali, Frances ditinggalkan ayahnya ketika baru berumur 1,8 tahun.
Huh, nevermind..
Hampir mirip dengan Kurt, Ian Curtis yang hidup lebih dahulu dengan band punk new wave-nya, Joy Division, di akhir tahun 1970-an sampai tahun 1980, mengakhiri hidup dengan seutas tali di leher yang menggantungnya.
Seperti yang diceritakan di film biographinya - Control -, istrinya, Deborah, menemukan Ian sudah meninggal tergantung.
Seperti halnya Kurt, Ian juga meninggalkan seorang anak perempuannya, Natalie. Waktu Ian meninggal, Natalie baru berumur 5 tahun.
Dari kabar-kabar yang disiarkan media, baik Ian maupun Kurt, mereka sama-sama mengakhiri hidup karena tak kuasa dengan keadaan yang dihadapinya. Depresi- mungkin bisa dikatakan seperti itu (sori kalau salah..hehe).
Yang uniknya, anak mereka yang sama-sama perempuan, memiliki wajah mirip dengan ayahnya.
Hmmm, ketika saya memerhatikan foto Frances, seolah-olah melihat Kurt di dalamnya.
Begitu pula ketika melihat Natalie, disitu ada Ian..
Sebelumnya, pada tanggal 18 Agustus 1992, ketika Kurt berusia 25 tahun, ia dikaruniai seorang bayi cantik dari pernikahannya dengan Courtney, namanya Frances Bean. Sayang sekali, Frances ditinggalkan ayahnya ketika baru berumur 1,8 tahun.Huh, nevermind..
Hampir mirip dengan Kurt, Ian Curtis yang hidup lebih dahulu dengan band punk new wave-nya, Joy Division, di akhir tahun 1970-an sampai tahun 1980, mengakhiri hidup dengan seutas tali di leher yang menggantungnya.
Seperti yang diceritakan di film biographinya - Control -, istrinya, Deborah, menemukan Ian sudah meninggal tergantung.
Seperti halnya Kurt, Ian juga meninggalkan seorang anak perempuannya, Natalie. Waktu Ian meninggal, Natalie baru berumur 5 tahun.
Dari kabar-kabar yang disiarkan media, baik Ian maupun Kurt, mereka sama-sama mengakhiri hidup karena tak kuasa dengan keadaan yang dihadapinya. Depresi- mungkin bisa dikatakan seperti itu (sori kalau salah..hehe).
Yang uniknya, anak mereka yang sama-sama perempuan, memiliki wajah mirip dengan ayahnya.
Hmmm, ketika saya memerhatikan foto Frances, seolah-olah melihat Kurt di dalamnya.
Begitu pula ketika melihat Natalie, disitu ada Ian..
Minggu, 23 Mei 2010
sayur sop dan tempe goreng
akasia
---------------
jejakkan kaki seribu langkah terlewati
disini tak pernah ada penyesalan
setitik hitam pun tak berarti mati
kita tumbuh menerjang menerpa sisa usia
dimana bumi berputar disitu pula semangat membakar
diam bukanlah pilihan bergerak sayang harmonikan mimpi di hati
menjatuhkan air mata sudah tak pantas lagi
uban di kepala makin menjadi
sudahlah tak usah kau takuti
siapkanlah saja kita pasti kembali
jejakkan kaki seribu langkah terlewati
disini tak pernah ada penyesalan
setitik hitam pun tak berarti mati
kita tumbuh menerjang menerpa sisa usia
dimana bumi berputar disitu pula semangat membakar
diam bukanlah pilihan bergerak sayang harmonikan mimpi di hati
menjatuhkan air mata sudah tak pantas lagi
uban di kepala makin menjadi
sudahlah tak usah kau takuti
siapkanlah saja kita pasti kembali
tell a friend

you remember that time?
when we were walking and were holding hands
there is no fear because there is no fire
we just laughed without minds
you know my friend?
we made our time for nothing
forget these memories!
we will start new great stories
we can fill all the time
when the emptiness came to us down
there are times that we had lost
such as dust blown by the wind
you know my friend?
we made our time for nothing
so let them go
This would never again
will never happen again
you know my friend?
we made our time for nothing
forget these memories!
we will start new great stories
and you know my friend?
we don't get our time for good thing
so let them go
This would never again
will never happen again
Langganan:
Postingan (Atom)






