Label

Jumat, 02 Mei 2014

nasi padang kopi tubruk

ketika matahari menuai gelap di pagi yang dingin 
sisa-sisa malam telah menceritakan perkara nasi padang 
yang kau mintai maaf karena tak kau habiskan 
tak begitu dengan kopi dalam cangkir kaleng di tanganku yang menyurut perlahan

sisa-sisa malam menceritakan tanda tanya tak berjawaban
di sela-sela obrolan yang entah apa namun membuat tawa 
dan diam yang entah mengapa namun menggetarkan rasa 
terbangun gumpalan persepsi  pada sebuah perjumpaan yang tak mau sirna

3 komentar:

  1. Saya suka imaji yang muncul dari puisi ini. Saya juga suka emosi yang tersisip di dalamnya. Ogin keren... (tapi Apis lebih keren)

    BalasHapus
  2. omaygad apis!!! ahh dimana kau apiss? aku baru membuka halamanmu, ajegile sekaliii..!!

    BalasHapus